Sabtu, 12 Februari 2011

Ranjang Ayah ibu

Sudah tentu ranjang ayah ibu dibuat, saya suka gaya sederhana dan simple jadilah seperti ini...
warna putih bukan warna favoritku tapi aku menyukainya ketika dipoleskan ke kayu yang bermotif. Tampak lebih hidup lagi ketika dipadukan dengan sprei bercorak batik.....




Tuh si ayah mejeng deket ranjangnya, bagian kepala ranjang (sandaran) terlalu tinggi, akhirnya kupotong dibuat lebih pendek (di foto ini masih tinggi).

Kursi untuk Ruang Tamu

Dollhouse baruku mempunyai ruang tamu sekaligus ruang keluarga yang sedikit kecil sehingga jumlah kursi sedikit, hanya dengan dua buah kursi tunggal dan satu kursi dobel. Keduanya saya buat dengan model yang berbeda, satu polos dengan dengan aksen dudukan lengan dari kayu dan satunya lagi model polos tetapi dengan bahan bercorak berkesan modern dengan kaki-kai dari besi berwarna hitam


Saat mereka dipajang di ruang tamu, diantaranya diletakkan lemari sudut


Kain bercorak dari katun


Model polos bercorak



Sebesar ini perbandingannya dengan tangan, saya juga membuat mejanya, cukup kecil memang....untuk mengimbangi luas ruangan agar terkesan luas

Ranjang Teteh Zahra

Ga tahu sejarahnya gimana, itu dollhouse yang saya buat seringkali mewakili kehidupan keluarga kami sehari-hari, mungkin diawali anak pertama saya bernama Zahra, ketika saya buat ruangan-ruangan di dalam dollhouse ia selalu bilang bahwa ini bagian kamar 'teteh', itu ranjang teteh, ini lemari teteh dan juga barang-barang lainnya...akhirnya menjadi kebiasaan atau mungkin aikon...ya sudahlah agar anak-anak semangat dan merasa memiliki dollhouse itu (agar tidak rusuh atau dimainkan asal-asalan)...saya membuat itu sambil bercerita tentang kehidupan kami. Luar biasa!...anak-anak begitu senang...melihat dan mendengarnya.
Tak terkecuali juga saat saya membuat kasur, langsung si teteh menamainya dengan 'ranjang teteh zahra'. Lihat, ini model yang dia pilih, sangat feminin tetapi sedikit berani (ada lengkungan pelat besi di bagian 'head' ranjang) dan agak kalem, maklum dia semakin besar keinginannya tidak lagi pinky....




Paduan kayu dan besi cukup elegan dan cantik dengan warna gradasi salem pada sprei dan selimutnya


Lihat, ada bantal kecil utuk pelukan, warna bantal dibedakan lebih menarik


Sprei polos dipadukan dengan selimut (bed cover) bercorak lebih berwarna...
What do you think?

Senin, 03 Januari 2011

Cara Membuat Batu Ekspos

Menurut versi saya, sejauh ini berangkat dari keterbatasan bahan, cara membuat batu ekspos miniatur di artikel ini adalah cara yang mudah alias gampang...
Kalau anda punya unek-unek atau marah dan gemes, lampiaskan saja pada kertas karton atau kertas tebal, sangat dibolehkan anda untuk meremas-remasnya hingga kusut sampai keriputpun boleh....bahkan kalau anda makin gemes diizinkan pula untuk mencoret muka kertas sehitam mungkin!....dan biarkan dia kering di bawah terik matahari! (puaskan kemarahan anda). Nah! kalau sudah kering dicorat-coret membentuk pola batu lalu potong dengan cara digunting...baru di tempelkan ke karton bersih dengan cara dilem...lihat deh gambarnya mirip dengan batu ekspos bukan?




Rumah Mini Baruku

Dipertengahan bulan November tahun lalu adalah awal membuat rumah mini yang benar-benar miniatur, ukurannya 1 :12 dengan dua lantai. Jika dikonversikan ke ukuran sebenanrya rumah ini berukuran kurang lebih 7.5 m x 5.5 m.... tipe 45 kali yee....
Rumah ini dibangun mngikuti desain sendiri, terdiri dari dua lantai dengan jumlah ruangan 5 buah (ruang tamu, dapur, kamar mandi dan 2 kamar tidur) juga ada teras didepan rumah. Bahan pembuatnya dari triplek 6 mm bro...dipotong-potong lalu dipaku-paku hingga berdiri kokoh... Gambar-gambar di bawah ini adalah rumah mini baru itu tetapi belum selesai (gentengnya belum terpasang)...





Minggu, 02 Januari 2011

Bisa Membuat Setrikaan Sendiri

Wow! senang banget bisa membuat setrikaan sendiri bayangkan kalau aku bisa memproduksinya.....kayaknya aku bisa-bisa kepanasan bro!....
Sayang ini hanya sebuah miniatur....tapi aku sedikit bangga bisa membuatnya....
Sebelumnya aku buat itu dari clay maizena, tapi lagi lagi dimakan tikus! sebeelll deh!
Buat miniatur ini kan susah....dalam sekejap pindah lokasi ke perut tikus begitu saja...
Akhirnya sekarang aku buat itu dari kayu sajalah....memang lebih banyak butuh waktu dibandingkan membuatnya dari clay. Kayu diukir membentuk setrikaan dan dicat warna hitam, sedangkan kabelnya dari benang kasur, sebisa mungkin aku membuatnya lebih representatif.

Selasa, 16 November 2010

Istri dan Anak-anaknya

Saya juga membuat anggota keluarga yang lainya ada istri, dan si putri dan siputra, tentunya untuk menemani si 'tuan rumah'.


Siputra yang cadel




Si 'papa' yang ganteng


Kepala bisa menoleh


Ada si putri (teteh), 'mama' yang cantik dan si putra yang cadel...

Keranjang atau 'Wicker"?

Keranjang yang dapat disimpan diberbagai ruangan, ada keranjang sampah, keranjang kertas dan juga keranjang baju, semua terbuat dari bahan strimin dan kertas

Si "Tuan Rumah"

Akhirnya aku bisa juga membuat boneka dari kain kaos dengan skala 1 : 12. Wajahnya dibuat senatural mungkin sehingga memerlukan 'needle sculpture' dan dilukis dengan permukaan yang cukup kecil dan sempit, dia juga dilengkapi dengan 'neck joint' dan kawat sehingga bisa menoleh kiri-kanan. Sedangkan rambutnya terbuat dari benang wol yang dipotong pendek-pendek lalu ditempelkan dengan lem. Boneka rumah ini memakai baju betulan, kain dari katun dan denin hasil jahitan mesin, dia juga memakai sepatu 'kulit' yang bisa dilepas-pakai.


Kepala bisa menoleh


Perbandingan dengan tangan

Tanaman Hias dalam Pot untuk Indoor

Tanaman dalam pot ini untuk hiasan di dalam ruangan, salah satu mengisi interior yang cukup indah. Saya membuat cukup banyak untuk 'imah leutik'-ku. Tanaman ini buatan sendiri, terbuat dari kertas dan kawat.


Tanaman Sri Rezeki (lihat perbandingannya dengan tangan)


Tanaman Kaladi (calladium)


Lidah Mertua dan Anthurium


Dan yang ini banyak tanaman